STUDIUM GENERALE #1 JURUSAN TEATER FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISI YOGYAKARTA

Pendidikan teater kini memasuki era di mana teknologi mengambil alih peran manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Capaian teknologi seperti Kecerdasan Buatan dan Internet of Thinking (IoT), telah menjadi ekosistem baru yang turut berpengaruh dalam proses penciptaan dan estetika karya seni. Kehadiran teknologi itu makin tak terelakkan ketika pandemi mengubah pola interaksi manusia. Sisi lain, pendidikan teater di Indonesia masih mengalami kegamangan dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat.

Menanggapi situasi tersebut, Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta, mengundang seniman teater profesional dan akademisi yang  mampu memberikan perspektif dalam menghadapi perubahan tersebut. N.Riantiarno, sutradara Teater Koma, dalam beberapa karya terakhirnya menunjukkan kepiawaiannya menggunakan teknologi dalam pertunjukan. Pencapaian Teater Koma menjadi penting untuk diperbincangkan sebagai produk pengetahuan. Dr. Ricardo Abad, Profesor Emeritus of The Ateneode Manila University, sekaligus President Asia-Pasific Bond of TheatreSchools, diharapkan memberikan perspektif tentang pendidikan teater di kawasan Asia Pasific.  Studium Generale ini diharapkan memberikan suatu perspektif baru  pendidikan teater dalam menghadapi perubahan.