Lecturer Resital dan Master Class oleh Dr. Luca Chiantore

Sewon, Yogyakarta – Selasa lalu tepatnya tanggal 25 Februari 2020 Prodi Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta telah selesai menyelenggarakan kegiatan Lecture Resital and Master Class bertajuk “Tone Moves – A History of Piano Technique”. Acara tersebut berlangsung di Concert Hall ISI Yogyakarta dan dibuka oleh Bapak Kustap Yusuf M.Sn. selaku Kaprodi Musik FSP ISI Yogyakarta.

Pemateri kegiatan Lecture Resital and Mater Class yakni Luca Chiantore merupakan seorang Pianis dan  komponis asal Italia. Ia juga seorang Doktor di bidang Musikologi dari Autonomous University of Barcelona. Dalam kesempatan itu, Luca memaparkan tentang teknik permainan piano klasik-Barat melalui pendekatan sejarah baik komposer dan karyanya.

“Teknik dalam permainan piano telah berkembang dari zaman ke zaman, dan akan selalu berkembang.” Terang Luca dalam presentasinya.

Selain itu, Luca juga menyinggung mengenai diskriminasi terhadap komponis perempuan, sehingga berpengaruh terhadap kepopuleran karyanya. “Padahal komponis perempuan juga tidak kalah menarik, dan tidak sedikit yang menjadi pelopor untuk gaya tertentu.”

Dr. Luca Chiantore sedang memaparkan materi. Foto: Vincent

Kegiatan itu dikemas sangat menarik, sesekali Luca mempertontonkan skill tentang apa yang diterangkannya sehingga mempermudah pemahaman partisipan. Di akhir sesi Lecture Resital, Luca menampilkan secara keseluruhan tentang apa yang telah dipaparkannya dalam tiga lagu, salah satunya “Moonlight Sonata” karya Beethoven. Penonton pun memberikan tepuk tangan meriah seusai Luca memainkan nada piano terakhirnya.

Dari tribun penonton tampak beberapa mahasiswa hadir mengisi kursi yang disediakan. Kesempatan ini juga tidak ingin dilewatkan oleh Rachel Nadia, Ni Wayan Mitha, dan Olivia Tjandrasari. Ketiganya aktif mengikuti Master Class yang dibimbing langsung oleh Luca Chiantore.

“Penjelasan dan contoh yang diberikan Dr. Luca Chiantore sangat detail dan ekspresif, jadi saya bisa langsung menangkap apa yang dia maksud. Tidak hanya tentang technical aspects  saja, beliau juga menyampaikan historical background komposer yang bersangkutan beserta karakter musiknya, touching technic, dan shaping fraseringnya.” Kata Rachel Nadia antusias.

Dr. Luca Chiantore sedang memaparkan materi kepada Rachel Nadia. Foto: Vincent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *